Multimedia Pembelajaran Dalam Era Revolusi Industri 4.0


Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekadar cara mengajar, tetapi jauh yang lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri.
Pendidikan setidaknya harus mampu menyiapkan anak didiknya menghadapi tiga hal: a) menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya saat ini belum ada; b) menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang masalahnya saat ini belum muncul, dan c) menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang sekarang teknologinya belum ditemukan. Sungguh sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi dunia pendidikan.


Tidak dapat kita pungkiri, dengan semakin canggihnya teknologi yang sedang berkembang mau tidak mau membawa perubahan yang cukup signifikan di berbagai lintas sektor kehidupan. Salah satu bahasan yang cukup menarik yakni terkait hubungan revolusi industri 4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia, sesuai arahan MENRISTEKDIKTI terkait dampak industri 4.0 yakni dengan adanya ‘digitalisasi sistem’, mau tidak mau menuntut baik para dosen maupun mahasiswa untuk mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sistem pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, hal ini pun menjadi keuntungan tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.
Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1.      Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
2.      Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3.      Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4.      Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5.      Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Dengan demikian,  demi kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan sangat tergantung pada tiga faktor yang yakni Pendidikan, Kualitas Institusi dan Kesediaan Infrastruktur.

Permasalahan

1.      Saya membaca salah satu artikel dimana Rektor UMN Ninok Leksono mengatakan, revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan teknologi robot atau kecerdasan buatan. Teknologi robot atau mesin-mesin bisa menggantikan pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang. Di situlah akan banyak pekerjaan yang tergantikan dan pastinya akan tumbuh juga pekerjaan baru yang berkesinambungan. Sehingga yang ingin saya tanyakan apakah teknologi tersebut juga dapat menggeser peran guru dimana telah diciptakan teknologi robot dengan kecerdasan buatan yang dimana bisa saja kecerdasan itu menggunakan otak dari ilmuwan (yang telah diawetkan seperti penggalan otak Albert Einstein)  untuk dihidupkan kembali?
2.   Salah satu multimedia yang dikembangkan dalam era ini adalah e-learning dimana bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Dengan demikian apakah pembelajaran e-learning dapat diterapkan di Universitas Jambi? Bagaimana tanggapan mahasiswa maupun dosen bila kebijakan ini diwajibkan oleh pihak universitas?
3.   Kekuatan pendidikan tinggi terdapat pada riset. Tuntutan riset yang dikeluarkan oleh pendidikan tinggi, terutama untuk jenjang S3, harus mendapat pengakuan internasional. Hal tersebut guna menjaga pendidikan tinggi di Indonesia agar senantiasa terjaga kualitas dan integritasnya. Saat ini yang menjadi tugas besar pemerintah pun adalah menyediakan pintu yang selebar-lebarnya agar lebih banyak masyarakat yang bisa meraih pendidikan tinggi. Bagaimana anda menanggapi hal demikian? Apakah kekuatan pendidikan hanya pada riset saja? Bila ditinjau dari fasilitas yang disediakan di laboratorium Universitas Jambi, mampukah hal demikian dilakukan?
4.    Bagaimana cara kita sebagai calon guru untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi Industri 4.0 ynag dimana teknologi semakin canggih?

Komentar

  1. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 4, cara kita sebagai calon guru dalam menyikapi revolusi industri 4.0 adalah dengan menunjukan soft skill kita dan mengasahnya sehingga ketika kita terjun kedunia kerja kita menjadi tenaga yang profesional. Sering melakukan seminar dan Menguasai bahasa-bahasa asing terkhususnya bahasa inggris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, apakah cukup bila hanya mengasah soft skill, mengikuti seminar dan belajar berbahasa asing sudah cukup? bukankah seminar-seminar yang diselenggarakan mayoritas untuk kepentingan suatu golongan sehingga hanya segelintir seminar yang memang berkualitas? bagaimana tanggapan saudari?

      Hapus
  2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan kedua. Menurut saya sebaiknya penggunaan e-learning atau pun online learning hanya sebatas penunjang pembelajaran saja, agar sikap saling kerja sama, komunikasi, dan diskusi antar mahasiswa tetap berlangsung, juga interaksi antara dosen dan mahasiswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, terima kasih. saya ingin mendnegar tanggapan saudari mengenai dengan apakah pembelajaran e-learning dapat diterapkan di Universitas Jambi? Bagaimana tanggapan mahasiswa maupun dosen bila kebijakan ini diwajibkan oleh pihak universitas? karena dua pertanyaan ini belum saudari tanggapi

      Hapus
  3. Menanggapi pertanyaan 4, cara kita menghadapi era 4.0 ini dengan meningkatkan soft dan hard skill kita, karena daya saing kita akan diadu dengan berbagai negara. Sumberdaya yang berkualitas akan meningkatkan daya jual kita terhadap persaingan dunia era 4.0.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik. saya ingin kembali bertanya, daya saing apa yang akan diadu? kekuatan? intelligent? serta bagaimana kita bisa meningkatkan daya jual sedangkan di Indonesia saja masih import sumber daya alam dari luar?

      Hapus
  4. Menjawab permasalahan keempat
    Menurut saya calon guru harus mampu meningkatkan kemampuan melakukan pembelajaran secara e-learning karena pada revolusi industri ini kita dituntut untuk mampu mengoprasikan benda2 elektronik yg membantu dalam pembelajaran. Selain itu kita jugas harus menerapkan long life learner, yaitu pembelajaran yang berkelanjutan atau seumur hidup sehingga ilmu pengetahuan selalu berkembang dan terupdate

    BalasHapus
  5. baiklah disini saya akan menanggapi permasalahan saudara dimana Bagaimana cara kita sebagai calon guru untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi Industri 4.0 ynag dimana teknologi semakin canggih? menurut saya yang perlu dilakukan setiap guru adalah selalu update informasi terkini mengenai perkembangan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan dimana kita ketahui teknologi dan ilmu pengetahuan selalu berkembang mengikuti zaman, sehingga perlu adanya update dan setelah itu mempelajari setiap perkembangan yang telah terjadi atau mengikuti perkembangan yang telah terjadi sehingga pembelajaran di kelas yang di lakukan oleh guru dapat secara maksimal

    BalasHapus

Posting Komentar