Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan
Baiklah,
disini saya menampilkan sebuah multimedia yang saya gunakan untuk membantu saya
dalam memperlajari materi kimia di sekolah. Multimedia yang saya pilih adalah multimedia
learning yakni melalui aplikasi belajar dari zenius platform yang dimana di
dalam aplikasi pembelajaran tersebut telah menyediakan materi pembelajaran
kimia dari kelas X hingga kelas XII di jenjang SMA.
Saya
memilih multimedia ini dikarenakan saya selalu merasa kesulitan untuk memahami
suatu materi pembelajaran dengan cepat, serta saya juga merasa sulit untuk
belajar di kelas dengan jumlah siswa yang banyak, sehinga menurut saya, fokus
yang diberikan oleh guru tidak tercurahkan merata pada siswanya, padahal saya
merupakan salah satu tipe pelajar yang lebih cepat memahami pembelajaran bila
diajarkan secara langsung. Kita dapat bayangkan, mengelola remaja dalam satu
ruangan dengan kapasitas padat sudah bukan main sulitnya. Apalagi yang dihadapi
siswa yang memiliki kelakuan dan tabiat yang heterogen. Jika melebihi kapasitas
ini, niscaya akan mengganggu pengelolaan kelas salah satunya konsentrasi
belajar terpecah. Persoalan-persoalan akan banyak muncul apabila suatu kelas
diisi oleh banyak siswa.
Multimedia learning menggambarkan sebuah forum
pembelajaran besar, yang dilengkapi petunjuk yang dapat diikuti peserta didik
untuk bekerja pada saat yang bersamaan secara mandiri. Dalam hal ini, peserta
didik belajar dengan gayanya sendiri dan bekerja secara mandiri di rumahnya. Pembelajaran dengan multimedia learning
memungkinkan peserta didik belajar secara individual, kolaboratif, aktif, dan kreatif baik melalui aplikasi ini. Multimedia ini difasilitasi beberapa materi-materi pelajaran kimia dari kelas X hingga kelas XII yang terdiri dari uraian teori hingga disertai beberapa contoh soal sehingga siswa tidak hanya belajar secara teori tapi juga disertai contoh. Serta untuk mengakses media ini tidak memerlukan jaringan internet dan media ini juga dapat dibagikan kepada siswa lainnya yang membutuhkan media ini untuk membantu siswa tersebut belajar dengan lebih baik.
Multimedia learning membantu meningkatkan mutu pendidikan. Pada dasarnya multimedia learning ini dapat menjadikan proses pembelajaran ke arah student center. Mengapa student center? Jawabanya adalah karena pendidik dituntut untuk dapat membuat dan menyajikan materi pembelajaran yang baik dan menarik sehingga peserta didik dapat aktif dalam belajar. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam belajar dalam proses belajar, peserta didik diberikan materi melalui Multimedia learning dan belajar sendiri baik belajar secara individu ataupun kelompok dan pendidik hanya menjadi fasilitator yang mendukung peserta didik tersebut. Pembelajaran menjadi efektif karena peserta didik belajar secara mandiri.
Multimedia learning membantu meningkatkan mutu pendidikan. Pada dasarnya multimedia learning ini dapat menjadikan proses pembelajaran ke arah student center. Mengapa student center? Jawabanya adalah karena pendidik dituntut untuk dapat membuat dan menyajikan materi pembelajaran yang baik dan menarik sehingga peserta didik dapat aktif dalam belajar. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam belajar dalam proses belajar, peserta didik diberikan materi melalui Multimedia learning dan belajar sendiri baik belajar secara individu ataupun kelompok dan pendidik hanya menjadi fasilitator yang mendukung peserta didik tersebut. Pembelajaran menjadi efektif karena peserta didik belajar secara mandiri.
Adapun materi yang saya pelajari:
Tujuan Pembelajaran:
Tujuan setelah
menggali informasi dan diskusi secara santun peserta didik dapat:
1. Menjelaskan dan menggambarkan struktur berdasarkan
jenis ikatan hidrokarbon
2. Menjelaskan dan menggambarkan letak atom c pada
senyawa hidrokarbon
PENGGOLONGAN SENYAWA HIDROKARBON
Penggolongan berdasarkan bentuk rantai karbonnya:
1. Hidrokarbon
alifatik
Senyawa hidrokarbon dengan rantai
terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan
rangkap) yang memungkinkan bercabang.
2. Hidrokarbon
siklik
Senyawa hidrokarbon dengan rantai
melingkar / tertutup (cincin).
Penggolongan berdasarkan jenis ikatan antar atom
karbonnya:
1. Hidrokarbon
jenuh
Ikatan antar atom
karbonnya merupakan ikatan tunggal. (Ch3 − Ch2 −
Ch3 dikenal sebgaai alkana)
2. Hidrokarbon
tak jenuh
Memiliki satu atau lebih ikatan
rangkap (Ch2 = Ch − Ch3 dikenal sebagai alkena) atau ikatan rangkap tiga (Ch ≡
C − Ch3 dikenal sebagai alkuna).
Rantai karbon siklis atau siklik, adalah rantai
karbon tertutup. Dibedakan atas karbosiklik dan heterosiklik.
1) Karbosiklik adalah senyawa karbon siklik yang
rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik
adalah senyawa aromatis dan alisiklik.
2) Senyawa aromatis atau aromatik adalah senyawa
karbosiklik yang terdiri atas 6 atom karbon atau lebih yang memiliki ikatan
rangkap 2 terkonjugasi
Macam-macam atom karbon, yaitu atom karbon primer,
sekunder, tersier, dan kuarterner. Keistimewaan atom karbon yang dapat
membentuk ikatan kovalen sebanyak 4 buah dan kemampuannya dalam membentuk
rantai karbon, menyebabkan atom karbon mempunyai kedudukan yang berbeda-beda.
Kedudukan tersebut adalah:
- Atom
karbon primer, adalah atom karbon yang terikat langsung pada 1 atom karbon
yang lain.
- Atom
karbon sekunder, adalah atom karbon yang terikat langsung pada 2 atom
karbon yang lain.
- Atom
karbon tersier, adalah atom karbon yang terikat langsung pada 3 atom
karbon yang lain.
- Atom karbon kuartener, adalah atom karbon yang terikat langsung pada 4 atom karbon yang lain.
Secara
umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik,
lebih interaktif, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar dapat
dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Dimana
media yang digunakan dapat dilihat seperti pada youtube yang beralamat
Permasalahan
1. Bagaimanakah
langkah-langkah yang diambil saat membuat media berbasis multimedia learning?
2. Apakah
dengan multimedia learning saja dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran guru
yang semula sebagai sumber utama informasi dan ilmu pengetahuan pada siswa? Bagaiaman
tanggapannya?
3. Apakah
penggunaan multimedia learning dengan aplikasi belajar online sama dengan
melakukan memvirtualisasi proses belajar mengajar mengajar? Bagaimana tanggapannya?



Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1
BalasHapus1. Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan.
2. Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru.
3. TENTUKAN TEMA MATERI AJAR
Ambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat membantu meningkatkan pemahaman ke siswa dan menarik
4. SUSUN ALUR CERITA (STORYBOARD)
storyboard.gifSusun alur cerita atau storyboard yang memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan.
5. MULAI BUAT SEKARANG JUGA!
Jangan menunda atau mengulur waktu lagi, buat sekarang juga! Siapkan Openoffice Impress atau Microsoft PowerPoint anda. Mulai buat slide pertama, isikan bahan ajar yang ingin anda multimedia-kan. Terus masukkan bahan ajar anda di slide slide berikutnya, mulai mainkan image, link dengan gambar, suara dan video yang bisa kita peroleh dengan gampang di Internet.
6. GUNAKAN TEKNIK ATM
Terapkan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Usahakan sering melihat contoh-contoh yang sudah ada untuk membangkitkan ide.
7. TETAPKAN TARGET
Jaga keseriusan proses belajar dengan membuat target pribadi, deadline jadwal mengajar di kelas. Target perlu supaya proses belajar membuat multimedia pembelajaran terjaga dan bisa berjalan secara kontinyu alias tidak putus di tengah jalan.
saya sependapat dengan eka. intinya menurut saya dalam membuat media pembelajaran kita harus bisa menggunakan software atau aplikasi untuk membuat media tersebut , misalnya kita ingin membuat media video , setidaknya kita tahu mengedit video atau memotong atau menyatukan dengan suatu aplikasi.
HapusSaya ingin menanggapi pendapat saudari eka namun menurut saya yg saudari jelaskan pada point 1-2 dgn 3 dst tidak sinkron. Saya teryarik pada penargetan yg saudari sebutkan. Nah apakah penargetan yang saudari sebutkan hanya sebatas untuk guru atau siswa atau siswa dan gurunya
HapusBaiklah saya juga sependapat dengan saudari yulinda yang intinya kita harus punya skill dan tambahan apa yg kita buat tersebut harus paham dan mengerti maka dapat memudahkan media tersebut untuk memenuhi kebutuhan kita
HapusMenanggapi permasalahan no.2,,,, menurut saya multimedia berbasis learning tidak lah menggeser peran guru sebagai sumber utama pemberi informasi dan ilmu pengetahuan. Karena multimedia learning hanya sebagai pembantu siswa untk lebih memahami pelajaran. Siswa dpt menggunakan mulimedia learning ini di rmh setelah memperoleh pengetahuan awal dari pelajaran di sekolah.
BalasHapusSaya sependapat dengan saudari novi dan disini saya akan manambahkan penjelasan sedikit bahwa siswa merupakan subjek pendidikan di mana siswa dituntut untuk tidak tergantung dari gurunya. Harus mandiri karena di sini yang harus belajar adalah siswanya. Guru hanya memberi informasi dan pengetahuan secukupnya dan siswa diminta untuk dapat mengembangkan pengetahuan tersebut secara mandiri namun tidak melenceng dari dasar pembelajrannya tersebut. Maka dari itu peran guru sangat lah penting bagi siswa walaupun di multimedia ini lebih berpusat pada siswa.
HapusBaik, saya setuju dengan saudari novi bahwa dengan media ini siswa dapat lebih memahami pembelajarannya di sekolah. Namun, apakah ada alasan lainnya untuk pertanyaan saya?
HapusBaik, saya ingin menanggapi pernyataan saudari nadia, bahwa saudari sebelumnya menyebutkan bahwa siswa dituntut untuk tidak bergantung pada guru namun setelahnya saudari menyatakan bahwa peran guru sangatlah penting. Oleh karena itu bagaimanakah guru memposiiskan dirinya disini?
Hapusguru disini berperan sebagai tuthor atau yang mengarahkan kerja siswa, dimana pada e-learning ini guru memberikan materi berbasis internet seperti web dll. nah guru juga tidak meninggalkan tujuan pembelajran yang dicapai
HapusMenanggapi permasalahan ketiga. Menurut saya berbeda, dari segi wajtu, tempat dan ke efektifan. Klo online bisa dibuka kapan, dan dimana saja. Bisa diulang-ulang. Dan batasan waktunya gak ada, ketimbang virtualisasi secara langsung.
BalasHapusBaik, saya ingin menanggapi pernyataan saudari mengenai waktu yang tak terbatas yang bagaimana yang saudari maksud?
HapusSaya coba menjawab pertanyaan saudari rahmi, maksud waktu yang tidak terbatas disini, dengan aplikasi online tidak ada waktu tertentu untuk belajar, artinya kapan pun mau belajar bisa dilakukan baik itu siang maupun tengah malam, selama sarana dan prasarana nya mendukung.
Hapussaya ingin mencoba menanggapi permaalahan kedua saudari mengenai "Apakah dengan multimedia learning saja dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran guru yang semula sebagai sumber utama informasi dan ilmu pengetahuan pada siswa? Bagaiaman tanggapannya", menurut saya guru tetap menjadi sumber utama dalam belajar meskipun perannya sekarang menjadi seorang fasilitator. karena meskipun siswa bisa menjadi lebih mandiri peran guru tetap dibutuhkan.
BalasHapussaya akan menanggapi permasalahan no 2 saudari.
BalasHapusDengan segala kemudahan dan kelebihan yang diberikan aplikasi pembelajaran E-Learning, seyogyanya hal tersebut tidak diartikan dengan menghilangkan atau menggantikan peran seorang guru dalam pembelajaran. Perlu dipahami bahwa teknologi internet/E–learning hanyalah berperan sebagai alat/media yang jika dimanfaatkan dalam pembelajaran akan banyak membantu, tetapi penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran tidak dapat mengambil alih seluruh peran seorang pengajar/guru. Harus disadari juga bahwa yang menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran adalah tetap pendidikan itu sendiri, yang di dalamnya terkandung interaksi, baik guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Peran seorang guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi di antaranya: (1) memberi arah pada peserta didik, (2) memupuk pertumbuhan nilai-nilai dan karakter, (3) mengevaluasi kemajuan pembelajaran, (4) memberi bimbingan tentang arti hidup, dan (5) mengembangkan kreatifitas dan potensi mahasiswa.