Pengembangan e-learning dalam Pembelajaran Kimia

Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan "web based learning" merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning). Pembelajaran Elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan Internet sebagai metode penyampaian, Interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Seiring kemajuan teknologi dan perubahan tren serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh semakin meningkat pula.
E-Learning menggambarkan sebuah forum pembelajaran besar, yang dilengkapi petunjuk yang dapat diikuti peserta didik untuk bekerja pada saat yang bersamaan secara mandiri. Dalam hal ini, peserta didik belajar dengan gayanya sendiri, mencari sumber-sumber/peralatan belajar dan bekerja secara mandiri di rumahnya. Peserta didik dapat mengunjungi berbagai perpustakaan, museum dan kejadian yang diakses secara online dari berbagai surat kabar dan penulisan terdahulu. Berdasarkan beberapa keterangan tersebut di atas dapat diperoleh konsep e-learning secara umum, yaitu suatu pembelajaran elektronik berbasis Web (jaringan) atau TIK yang dibuat dengan prinsip dan metode tertentu sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran open sources yang menarik dan jelas (visibility). Pembelajaran dengan e-learning memungkinkan peserta didik belajar secara individual, kolaboratif, aktif, konstruktif, kontekstual, reflektif, multisensory, serta mengasah berpikir tingkat tinggi, baik melalui aplikasi internet maupun intranet.
Sedangkan prinsip-prinsip e-learning, Prakoso (2005:6-8) membaginya menjadi enam prinsip, yaitu: (1) pusat kegiatan peserta didik; (2) interaksi dalam grup; (3) sistem administrasi siswa; (4) evaluasi; (5) perpustakan digital; dan (6) materi online.
Clark & Meyer (2003: 1-2) juga mengklasifikasikan prinsip e-learning menjadi enam prinsip, yaitu: (1) principles for including media elements, (2) principles for creating online practice exercises, (3) principles for leveraging examples in e-learning, (4) principles/guidelines for online collaboration, (5) principles for learner control in e-learning, dan (6) principles for building problem solving skills through e-learning
E-learning membuat pembelajaran dapat lebih terbuka dan fleksibel. Pembelajaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja. Salah satu media yang dikembangkan untuk menunjang pembelajaran secara online adalah program LMS (Learning Management System). Menurut Yasar dan Adiguzel (2010), Learning Management System (LMS) adalah suatu pengelolaan pembelajaran yang mempunyai fungsi untuk memberikan sebuah materi belajar, mendukung kolaborasi, menilai kinerja peserta didik, merekam data peserta didik, dan menghasilkan laporan yang berguna untuk memaksimalkan efektifitas dari sebuah pembelajaran. Selain materi ajar, skenario pembelajaran perlu disiapkan dengan matang untuk mengundang keterlibatan peserta didik secara aktif dan konstruktif dalam proses belajar mereka (Hasbullah, 2009).
E-learning pada pembelajaran di sekolah-sekolah khususnya pembelajaran sains telah diterapkan sejak beberapa tahun yang lalu. Selain untuk tujuan pembelajaran, penerapan e-learning juga sebagai sarana untuk mengenalkan teknologi informasi kepada peserta didik. Namun sampai sekarang pemanfaatannya masih kurang optimal. Bahkan sebagian orang beranggapan bahwa penerapan e-learning hanya sekedar mengikuti trend saja tanpa menghiraukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak. Oleh karena itu, penelitian atau kajian pustaka tentang implementasi e-learning khususnya pada pembelajaran sains perlu terus dilakukan.
Kimia adalah ilmu aktif, berkembang yang penting untuk dunia, baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, seperti yang dipelajari bahwa kimia adalah ilmu pengetahuan modern. Pelajar akan memulai pelajaran kimia pada tingkat makroskopik, di mana kita bisa melihat dan mengukur bahan yang darinya dunia kita dibuat. Pengembangan e-learning pembelajaran kimia tidak jauh berbeda dengan pengembangan media pembelajaran lainnya, yaitu merujuk salah satu teori pengembangan. Beberapa teori pengembangan Multi Media Interaktif (MMI) diperkenalkan oleh Robert Philips, Kemo, Leisly, Borg&Gall dan Alessi&Trollip.
E-learning tidak sama dengan pembelajaran konvensional. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut :
a. Interactivity (Interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu.
b. Independency (Kemandirian); flesibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
c. Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar jadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
d. Enrichment (Pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informan seperti video streaming, simulasi dan animasi.
Terdapat  dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis Web jenis apa yang cocok untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.
a.       Menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotor, atau efektif. Cara untuk menganalisis tujuan tersebut berada pada kelompok highly Structured, yang mana kemampuan ini berhubungan dengan pengetahuan, pemahaman dan aplikasi yang digolongkan ke dalam  highly Structured.
b.      Pemilihan proses pembelajaran.Memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Didalam menentukan tipe pembelajran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah, tentukan ranah pembelajaran yang paling merepresentasikan tujuan, yaitu, kognitif, psikomor, dan efektif.
Tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning,  yaitu : e-learning bersifat jaringan, yang membuat mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau menyimpulkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pelajaran dan informasi.
Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Australia dalam bentuk Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet.
Para pengajar dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus  online  dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya. Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi,  dan mengembangkan kemampuan dalam bidang apapun.
Pengembangan model e-learning  dapat dibagi menjadi 3 diantaranya  web course, web centric course dan enhanced course.
a.  Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah juga tidak bertatap muka secara langsung. Segala yang berhubungan dengan pengajaran seperti bahan, konsultasi, penugasan, latihan, ujian dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet.
b.   Web centric course  adalah pengguanaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dengan pembelajaran langsung  atau bertatap muka (konvensional). Dengan model pembelajaran ini maka sebagian materi belajar disampaikan memalui internat dan sebagian disampaikan saat bertatap muka, selain itu mahasiswa bisa mencari materi-materi belajar dari sumber lainny, yaitu situs-situs yang relevan.
c.  Web enhanced course adalah penggunaan internet pada model ini hanyalah untuk menunjang kualitas pembelajaran didalam kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesama mahasiswa, anggota kelompok dan mahasiswa dengan narasumber lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dosen dalam menguasai teknik dalam mencari dan menemukan situs-situs internet, membimbing mahasiswa untuk mencari situs-situs yang relevan dengan perkuliahan, penyajian materi melalui  web dengan menarik, melayani dan membimbing melalui internet dan lain sebagainya.
Permasalahan
1.     Menurut anda nilai karakter apa sajakah yang bisa diambil dan dinilai pada siswa dalam pembelajaran e-learning dan apakah semua materi kimia bisa disajikan dengan pengembangan e-learning, bagaimana tanggapan anda?
2.      Apa saja kendala yang sering muncul dalam pengembangan proses pembelajaran dengan e-learning untuk materi kimia serta bagaimana cara untuk mengatasinya?
3.     Apakah e-learning pada materi kimia saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi pelajar dan apakah pembelajaran e-learning mampu diterapkan di saerah perdesaan, bagaimana tanggapan anda?


Komentar

  1. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor tiga, menurut saya banyak manfaat yang dirasakan oleh pelajar saya contohkan kepada diri saya sendiri. Ketika kita mendapatka pelajaran yang diberikan oleh guru yang materinya sulit untuk dipahami dengan satu kali penjelasan, kita bisa memanfaatkan e-learning yang terdapat di youtube untuk membantu kita memahami materi yang diajarkan karena tanpa penjelasan yang berulang itu akan sulit masuk kedalam memori jangka panjang kita , itulah yang mengakibatkan kita muda lupa jika ditanya pada pertemuan selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya menerima ulasan saudari. Namun apakah efektif bila menyajikan youtube sebagai salah satu media penghantar pembelajaran. Apakah semua siswa mampu untuk mengakses tayangan youtube tersebut? dan bagaimanakah layanan internet yang tersedia untuk mengakses youtube tersebut? dan apakah efisien?

      Hapus
  2. saya akan menaanggapi permasalahan nomor 2 :
    Kendala yang sering muncul dalam pengembangan e-learning yaitu ketersedian dan kelayakan infrastruktur E learning itu sendiri. Dalam kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
    Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, namun bagaimana cara mengatasi kendala yang saudari sebutkan karena saudari belum menjelaskannya?

      Hapus
  3. Saya mau menanggapi permasalahan no.1
    Nilai karakter yang diperoleh peserta didik dari pembelajaran e-learning ini adalah membangun kemandirian peserta didik dalam mencari informasi yang seluas-luasnya. Karena kita tahu bahwa pembelajaran ini, informasi atau materi ajar kita sendiri yang mencari bukannya kita peroleh dari dosen saja. Selain itu peserta didik tidak ketinggalan dalam penguasaan elektronik di era digital sekarang ini.
    Terkait materi kimia yang akan di bahas, menurut saya semua materi kimia dapat dipelajari dengan menggunankan pembelajaran e-learning dikarenakan semua informasi dapat diakses karena berbasis web (internet).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya ingin menanggapi. adakah nilai-nilai karakter yang lain selain kemandirian dan tidak ketertinggalan yang muncul? lalu apakah saudara bisa memberikan contoh bila materi kimia dapat dipelajari dengan menggunakan pembelajaran e-learning seluruhnya karena berbasis web? dan mengapa saudara bisa memberikan pendapat demikian?

      Hapus
  4. Baiklah saya akan menambahkan sedikit permasalahan no 2 Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.
    E learning memliki sistem yang dapat memvirtualisasi proses belajar mengajar mengajar konvensional. Sering disebut dengan LMS atau Learning Management System yang dimana terdapat manajemen kelas, pembuatan materi, forum diskusi dan sistem penilaian serta sistem ujian online. Pada dasarnya semua sama pada lembaga pendidikan lainnya yang dilaksanakan secara nyata namun apabila diterapkan dalam E learning akan muncul kendala lagi. Bagaimana sistem tersebut dapat berjalan lancar apabila tidak didukung oleh admin yang memliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
    Untuk itu tiap bagia seperti konten, penilaian, pembuatan soal ujian harusnya di berikan pada admin yang kompeten. Hal itu menjadi kendala karena kita harus melibatkan banyak orang yang memiliki kemampuan dibidangnya masing masing, sekali lagi itu memerlukan biaya yang besar dan tidak semua lembaga pendidikan dapat menjalankannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, namun bagaimana cara mengatasi kendala yang saudari sebutkan karena saudari belum menjelaskannya secara rinci agar mudah dipahami?

      Hapus
  5. Untuk permasalahan no. 2, kendalanya adalah sebagai berikut:
    1. Biaya awal pengoperasian (Investasi awal)
    Biaya awal pengoperasian merupakan salah satu kendala yang menghambat sistem e-learning ini, karena biaya yang dibutuhkan pasti sangat besar. Hal tersebut yang membuat seseorang atau instansi pendidikan berfikir dua kali untuk menerapkan sistem e-learning tersebut.
    Solusi: Sebaiknya diadakan kerjasama antara Pemerintah dan Perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk menyediakan layanan internet yang murah khususnya untuk bidang pendidikan. Perusahaan telekomunikasi bisa menyediakan paket-paket internet murah sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan , dan pastinya dengan jaringan yang lancar . bisa juga dengan disediakan area hotspot/wifi disekolah atau instansi pendidikan lainnya. Dengan beberapa hal tersebut sudah cukup membantu pelaksanaan sistem e-learning di Indonesia.
    2. Budaya
    Dengan adanya sistem e-learning ini, kita dituntut untuk menerapkan budaya belajar mandiri dan terbiasa untuk selalu menggunakan teknologi yang ada , seperti komputer, laptop, dan internet . namun tidak semua orang menguasai hal tersebut, masih banyak orang yang belum terbiasa menggunakan komputer dan internet dikehidupan sehari-harinya.

    3. Teknologi dan infrastruktur
    Penerapan E-learning membutuhkan banyak perangkat pendukung seperti komputer, internet yang lancar, LCD dan teknologi lain yang tepat. Akan tetapi, masih banyak instansi pendidikan atau perusahaan yang infrastruktur dan teknologinya masih belum memadai sampai saat ini.
    Solusi: Penerapan E-learning membutuhkan banyak perangkat pendukung seperti komputer, internet yang lancar, LCD dan proyektor serta teknologi lain yang tepat. sedangkan untuk melengkapi infrastruktur tersebut pastilah membutuhkan banyak biaya. Seharusnya Pemerintah Indonesia menyediakan dana untuk pengadaan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan , sehingga sekolah-sekolah atau instansi pendidikan di Indonesia tidak terlalu terbebani dengan hal tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya akan menanggapi jawaban saudari. menurut saya pada point pertama kita misalkan saja kampus kita sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi sehingga mampu memberikan fasilitas internet gratis namun pada kendalanya layanan internet gratis ini belum efektif karena tidak tersebar luas dan masih terdapat gangguan, bagaimana saudari menyikapi hal ini?

      Hapus
  6. Menanggapi lermasalahan kedua. Kendala yang mungkin muncul dalam pengembangan e-learning sebagai meida pembelajaran kalah keterbatasan sistem jaringan seperti di daerah plosok, keterbatasan SDM dalam pengelolaan e-learning agar tepat sasaran dan tujuannya, serta keterbatasan ekonomi. Di point keterbatasan ekonomi kita dapat melihat bahwa b
    tak semua anak memiliki alat elektronik yang dapat mengakses ke internet, bahkan ada yang gaptek seperti di daerah2 tertentu. Selain itu e-learning juga berpotensi untuk membuat anak hanya focus di layar monitor dan memiliki dunianya sendiri yang tentunya menjadi tak baik untuk psikisnya. Untuk memastikan semua kemungkinan kendala yang muncul, bagaimana solusi anda dalam pengembangan e-learning yang lebih meminimalisir kendala yg saya sebutkan di atas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, sebelumnya mohon diperhatikan karena saudari belum memberikan solusi dari kendala tersebut sehingga jika sudah terjawab maka saudari dapat menjawab pertanyaan yang saudari utarakan. menurut saya, pendapat ataupun solusi-solusi yang diberikan dapat disatukan sehingga akan melahirkan atau timbul suatu pemecahan yang baik itu mampu menjawab pertanyaan saya hingga pertanyaan saudari

      Hapus
  7. Menanggapi permasalahan no. 3, menurut saya e-learning pada materi kimia saat ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi pelajar. Contoh penerapan e-learning pd media berbasis internet salah satunya yaitu Mesin Pencarian (Search Engine) yg dapat digunakan untuk mencari berbagai informasi yg dibutuhkan pada saat belajar. Pembelajaran e-learning blm mampu diterapkan di daerah perdesaan karena masih memiliki banyak keterbatasan dan salah satunya jaringan internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya akan memberikan tanggapan dimana apakah saudari dapat berikan kemanfaatan yang lebih lanjut karena mengingat bahwa kelebihan dari pembelajaran ini tidak sedikit dirasakan? tolong paparkan

      Hapus
  8. Baik, namun saya ingin menanggapi apakah dengan memberikan pertanyaan dan kuis kepada siswa secara terus menerus akan menimbulkan takut dan stres pada siswa? karena demikian solusi yang saudari sebutkan tentunya harus dapat dilakukan secara berulang agar kendala-kendala yang saudari sebutkan dapat teratasi. bagaiamana menurut saudari?

    BalasHapus
  9. Saya akan mencoba menganggapi pertanyaan no 3:
    Rendahnya hasil belajar kimia selama ini disebabkan oleh faktor-faktor antara lain. kurangnya minat siswa untuk belajar, kurangnya penggunaan media pembelajaran, sarana dan prasarana laboratorium yang tidak mendukung, serta strategi dan metode yang dilakukan guru adalah ceramah yang cenderung teoretis, jarang dikaitkan dengan dunia nyata sehingga siswa kurang termotivasi, pasif dan tidak kreatif serta malas belajar.
    Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih baik yang menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, sehingga siswa belajar melalui mengalami bukan menghapal, sehingga manfaat yang dapat kita peroleh dengan penggunaan E-learning ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara melakukan uji coba eksperimen kemudian dilakukan pula pendekatan yang menggunakan metode ceramah dengan bantuan E-learning maka akan dihasilkan hasil belajar yang berbeda dari metode ceramah tanpa bantuan E-learning, dan hal tersebut sudah dapat kita rasakan apabila kita menggunakan e-learning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya ingin menanggapi. Pembelajaran lebih baik yang bermakna seperti apa yang saudari sebutkan? Bukankah metode ceramah sebelumnya saudari sebutkan merupakan salah satu pembelajaran yang membosankan, lantas mengapa solusi yang saudari berikan juga menggunakan metode ceramah? Mohon berikan penjelasannya

      Hapus
  10. Saya akan mencoba menjawab permasalahan kedua. Kendala yang muncul dalam e-learning kimia adalah tertinggalnya daerah yang tidak memiliki akses Internet. Oleh karena itu, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang ada dan penggunaan multimedia juga bisa diganti dengan percobaan-percobaan sederhana yang cukup menarik.

    BalasHapus

Posting Komentar